ALOR - DETAKTIMUR.COM - Harga Semen di Kabupaten Alor hampir setiap bulan mengalami kenaikan, DPRD Alor minta agar Pemerintah Kabupaten Alor melakukan sidak di distributor Ombai, Kencana dan satu toko lainnya di Tombang Kelurahan Kalabahi Timur.
Rapat Paripurna DPRD Alor Pembahasan Perubahan APBD Alor tahun 2026 dan Ranperda Kabupaten Layak Anak justru diwarnai sorotan tajam soal harga bahan bangunan.
Ketua Fraksi Demokrat, Yupiter Moulobang, S.H mengungkap keluhan masyarakat kecil soal harga semen yang mengalami kenaikan hampir setiap bulan.
Dia mengatakan bahwa masyarakat Alor merupakan masyarakat kecil, pegawai-pegawai kecil yang ingin membangun rumah. Tetapi mereka mau membeli semen, setengah mati membelinya," ungkap Yupiter, Kamis (17/09/2026) di Ruang Paripuran DPRD Alor.
Menurut Yupiter, harga mengalami kenaikan bertahap: Rp.56.000 hingga Rp.60.000 hingga Rp.61.000 dan saat ini berada pada angka Rp.63.000 mengalami kenaikan Rp.1.000 hingga Rp.2.000 setiap bulanmya.
"Distributor kasih naik harga semen hampir setiap bulan. Kalau pemerintah tidak menyikapi ini, maka pengusaha dan distributor akan seenaknya," tegasnya.
Yupiter minta Pemkab Alor, Turun langsung mengontrol harga barang dan melakukan Sidak di distributor Ombai, Kencana, dan satu toko lagi di area Tombang Kelurahan Kalabahi Tengah. Dia juga ingatkan pemerintah untuk melakukan penertiban barang kedaluwarsa di toko dan kios di Kota Kalabahi dan sekitarnya. "Apabila kami tidak sampaikan, maka masyarakat anggap bahwa kami sedang berpihak kepada pengusaha," tegasnya.
Anggota DPRD Alor Joni dari Tulimau dari Fraksi NasDem
kuatir kenaikan harga akan membuat buat kontraktor susah karena perencanaan pekerjaan saat ini masih menggunakan harga lama. Kini publik menunggu aksi nyata Pemkab Alor dan bukan menunggu janji kontrol harga dari pemerintah.
DT.W-0109